WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

KCD Wilayah Xlll Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ajak Guru SMA/SMK dan SLB Menyalurkan Zakat Profesi Ke BAZNAS Kota Banjar
KCD Wilayah Xlll Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ajak Guru SMA/SMK dan SLB Menyalurkan Zakat Profesi Ke BAZNAS Kota Banjar
Berita: Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Jabar Kunjungi BAZNAS Kota Banjar, Kuatkan Sinergi Pengelolaan ZIS BANJAR – Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjar menerima kunjungan istimewa dari Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat, Dra. Dwi Yanti Estriningrum, M.M., pada hari Selasa, 19 November 2025. Kedatangan Kepala KCD disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Banjar, KH. Undang Munawar,M.Pd beserta seluruh jajaran Pimpinan BAZNAS. Pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan di bawah naungan KCD XIII dengan BAZNAS dalam hal pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Komitmen Pengelolaan ZIS di Lingkungan Pendidikan Fokus utama dari pertemuan ini adalah pembahasan mendalam mengenai pengelolaan ZIS, khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Banjar yang berada di bawah kewenangan KCD Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat. Dari diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, dihasilkan kesepakatan penting berupa dukungan penuh dari KCD Pendidikan Wilayah XIII kepada BAZNAS Kota Banjar untuk mengelola ZIS yang bersumber dari Zakat Profesi para guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMA/SMK di Kota Banjar. Dukungan Penuh Kepala KCD Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII, Dwi Yanti Estriningrum, menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap langkah ini. Beliau menekankan pentingnya menunaikan kewajiban zakat bagi seluruh insan pendidikan. "Kami akan memberikan support kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di wilayah KCD 13, khususnya di SMAN, SMK, dan SLB wilayah 13 yaitu khususnya di kota Banjar, untuk membayar zakat dari penghasilan gaji. Mudah-mudahan dengan bismillahirohmanirohim niat untuk berzakat ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Dra. Dwi Yanti Estriningrum, M.M. Ketua BAZNAS Kota Banjar, KH. Undang Munawar, M.Pd, menyambut baik dukungan tersebut dan berharap sinergi ini dapat meningkatkan capaian pengumpulan zakat di Kota Banjar, yang hasilnya akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program BAZNAS. Kesepakatan ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam optimalisasi potensi ZIS dari sektor pendidikan, sekaligus menegaskan peran strategis guru dan tenaga kependidikan sebagai muzaki (pembayar zakat) yang memiliki kesadaran tinggi akan kewajiban sosial dan keagamaan. Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan berita ini atau menambahkan kutipan lain dari pihak BAZNAS?
09/12/2025 | Humas - SDM
Dua Hari Menembus Medan Berat, BAZNAS Salurkan Bantuan di Sumut
Dua Hari Menembus Medan Berat, BAZNAS Salurkan Bantuan di Sumut
Dua Hari Menembus Medan Berat, BAZNAS Salurkan Bantuan di Sumut Di balik setiap paket bantuan yang sampai ke tangan penyintas, terdapat perjuangan panjang tim respons dan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, menembus hujan deras, melintasi jalan licin berlumpur, dan menyusuri lokasi terisolasi untuk memastikan pertolongan segera tiba. Perjalanan dari Bandara Silangit, Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, bahkan memakan waktu dua hari akibat akses jalan dan jembatan yang putus. Tim yang dipimpin Komandan Respon Penyelamatan dan Kedaruratan BTB, Taufiq Hidayat, bersama Sukamto, Septo P, serta personel dari BTB Provinsi Sumatera Utara, Tapanuli Tengah, dan BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan, akhirnya tiba sejak pekan lalu dan bergerak membantu para penyintas. Bersama enam relawan, mereka berbelanja ke pasar dan memasak di dapur umum. Pendirian pusat bantuan logistik ini terlambat karena kondisi arus barang dan jasa terimbas akses yang terputus. “Dalam kondisi gelap karena listrik padam dan tanpa jaringan internet untuk komunikasi, kami tetap bekerja menggunakan peralatan darurat. Semua demi memastikan warga yang terdampak segera mendapat dukungan,” ujar Taufiq, di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapanuli Tengah, menggambarkan kondisi di lapangan. Berdasarkan laporan Divisi Kebencanaan BAZNAS RI per Selasa (2/12/2025), tim telah menjalankan serangkaian kegiatan kemanusiaan sejak tiba. Setelah melakukan assessment, mereka segera mendirikan dan mengoperasikan dapur umum serta dapur air di beberapa titik lokasi terdampak berat. Di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, dapur umum di PTPN 5 Simarpinggan mampu memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk 630 jiwa pengungsi, dengan dapur air di dua titik. Sementara di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, dapur umum menyiapkan 600 bungkus makanan setiap kali produksi untuk 568 jiwa. Pada Selasa (2/12), cakupan bantuan diperluas ke Desa Tolang Julu, Tapanuli Selatan, dengan mendirikan dapur umum dan dapur air baru. Perjuangan para relawan ini menjadi cerminan semangat kemanusiaan yang kuat. Meski dihadapkan pada medan berat dan risiko tinggi, mereka memilih tetap berada di garis depan, membagikan logistik secara manual saat kendaraan tak bisa masuk, memasak, dan mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga yang masih bertahan. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang sangat besar. Menurut data terbaru BNPB per Rabu (3/12/2025) pukul 15.05 WIB, korban meninggal dunia tercatat 770 jiwa, dengan 463 jiwa masih hilang. Sebanyak 582.500 orang terpaksa mengungsi. Kerusakan infrastruktur juga parah, dengan ratusan jembatan, rumah, dan fasilitas umum rusak. Di tengah kepiluan dan kehancuran tersebut, kehadiran dan ketekunan tim BTB BAZNAS bersama para relawan BAZNAS RI menjadi lentera harapan, membuktikan bahwa bantuan dan solidaritas terus mengalir untuk saudara-saudara yang terdampak.
05/12/2025 | Humas - SDM
BAZNAS Perluas Respons Medis, Tangani Warga di Berbagai Zona Terdampak Banjir Aceh
BAZNAS Perluas Respons Medis, Tangani Warga di Berbagai Zona Terdampak Banjir Aceh
BAZNAS Perluas Respons Medis, Tangani Warga di Berbagai Zona Terdampak Banjir Aceh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan layanan kesehatan di sejumlah titik terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh pada Kamis (4/12/2025), sebagai bagian dari respon cepat masa tanggap darurat. Layanan medis dilakukan melalui tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Batam yang diterjunkan ke beberapa lokasi, yakni Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya; Desa Ara Bungong, Kabupaten Bireuen; serta Desa Blang Kubu, Kecamatan Peudada. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan cepat selama masa darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengatakan layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak setelah banjir melanda beberapa kabupaten di Aceh. Kondisi pascabanjir sering memicu peningkatan berbagai penyakit. “BAZNAS memastikan warga terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Banyak masyarakat mengalami keluhan kesehatan pascabanjir, sehingga intervensi medis harus segera dilakukan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025). Di Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, tim RSB Batam memberikan pelayanan poli umum, edukasi diagnosis, pemberian obat, dan perawatan luka pascabanjir. Keluhan warga umumnya berupa dermatitis, hipertensi, ISPA, GERD, dan demam. Saidah menjelaskan, wilayah Bireuen juga mendapatkan penanganan medis dari tim RSB Batam yang bergerak ke sejumlah titik. Koordinasi dilakukan dengan aparat setempat untuk memastikan tidak ada kelompok warga yang terlewat, terutama di desa-desa yang aksesnya masih terganggu. “Kami terus memantau persebaran titik-titik pengungsian. Setiap lokasi yang membutuhkan layanan kesehatan akan menjadi prioritas intervensi BAZNAS,” ucap Saidah. Di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Bireuen, tim memberikan pelayanan poli umum serta promosi kesehatan mengenai potensi penyakit pascabanjir. Keluhan terbanyak meliputi dermatitis, cephalgia, dan ISPA. Sementara itu, di Desa Blang Kubu, Kecamatan Peudada, tim RSB Batam memberikan pemeriksaan umum, edukasi terkait differential diagnosis, serta menerbitkan memo rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Keluhan dominan di lokasi ini di antaranya dermatitis, ISPA, dan cephalgia. Saidah menambahkan, BAZNAS RI akan terus memastikan pendampingan medis selama masa pemulihan. Ia menegaskan bahwa keberadaan tenaga kesehatan di lapangan sangat penting untuk mencegah lonjakan penyakit yang biasa muncul setelah bencana. “Kami akan menjaga agar layanan kesehatan tetap tersedia selama warga masih membutuhkannya. Respon kemanusiaan BAZNAS akan terus berlanjut dengan mengutamakan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak,” katanya. Selain layanan medis, BAZNAS juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan tambahan masyarakat di titik pengungsian. Upaya ini untuk menentukan intervensi lanjutan, termasuk dukungan logistik dan program pemulihan lainnya. Ayo Bantu Korban Banjir Aceh
05/12/2025 | Humas - SDM

Agenda Pimpinan

Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Banjar Menerima Siswa PKL dari SMK MA’ARIF NU Banjar
Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Banjar Menerima Siswa PKL dari SMK MA’ARIF NU Banjar
Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Banjar Menerima Siswa PKL dari SMK MA’ARIF NU Banjar Banjar – Senin, 11 Agustus 2025, suasana hangat menyelimuti ruang pertemuan Kantor BAZNAS Kota Banjar saat rombongan siswa dari SMK Ma’arif NU Banjar resmi diterima untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kehadiran para siswa ini disambut langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Banjar, dengan didampingi Kepala Pelaksana dan Kepala Divisi. Dalam sambutannya, Wakil Ketua IV menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pihak sekolah yang telah memilih BAZNAS Kota Banjar sebagai tempat pembelajaran praktik kerja. Beliau menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya bergerak di bidang penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah, tetapi juga berkomitmen memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda agar memahami tata kelola organisasi secara profesional dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. “Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan, keterampilan, serta mengasah etika kerja yang kelak bermanfaat di dunia kerja maupun dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Para siswa SMK Ma’arif NU Banjar yang hadir pun terlihat antusias. Mereka mendapatkan penjelasan singkat mengenai struktur organisasi, program kerja, serta proses administrasi yang berjalan di BAZNAS Kota Banjar. Momen penerimaan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan motivasi agar para peserta PKL dapat menimba ilmu secara optimal selama masa penugasan. Dengan penerimaan siswa PKL ini, BAZNAS Kota Banjar menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pengelolaan zakat, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

11-08-2025 | Humas - SDM

Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kota Banjar Bersama Kepala Kejaksaan Kota Banjar
Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kota Banjar Bersama Kepala Kejaksaan Kota Banjar
Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kota Banjar Bersama Kepala Kejaksaan Kota Banjar Banjar – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan membangun kerja sama strategis, pimpinan BAZNAS Kota Banjar melakukan kunjungan resmi ke Kejaksaan Kota Banjar pada Jumat, 8 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi BAZNAS Kota Banjar bersama Kejaksaan Kota Banjar dalam mendukung berbagai program kemasyarakatan. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Banjar, didampingi jajaran Wakil Ketua. Kehadiran rombongan BAZNAS disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Kota Banjar di ruang kerjanya. Suasana pertemuan berlangsung akrab, penuh semangat kebersamaan, dan saling bertukar pandangan terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kota Banjar menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pihak Kejaksaan serta berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin. “Kami meyakini, sinergi antara BAZNAS dan Kejaksaan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam program penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Kota Banjar mengapresiasi langkah BAZNAS dalam menjalin koordinasi lintas lembaga. Ia menyatakan bahwa Kejaksaan siap mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat di Kota Banjar. Pertemuan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus membangun kolaborasi. Diharapkan, sinergi BAZNAS Kota Banjar bersama Kejaksaan Kota Banjar dapat menjadi contoh kemitraan yang solid antara lembaga amil zakat dengan penegak hukum dalam mendorong pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

08-08-2025 | Humas - SDM

BAZNAS AWARD 2024
BAZNAS AWARD 2024
BAZNAS Kota banjar menyelenggarakan BAZNAS Award tahun 2024 sebagai event untuk Apresiasi Insan zakat bagi lembaga pengelola Zakat di Kota Banjar, dengan tujuan untuk meningkatkan Motivasi dan inovasi bagi seluruh insan / pengelola perzakatan di wilayah Kota Banjar.Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh PJ. Walikota Banjar Dr. Hj. Ida Hidayati, SE, SH, M.Si. Wakil Ketua 3 Baznas Provinsi Jawa Barat, H. Achmad Ridwan, SE,MM. Perwakilan Forkopimda, Para Kepala Perangkat Daerah.BAZNAS Kota Banjar merilis 10 kategori peraih penghargaan Baznas Award Kota Banjar tahun 2024, yaitu UPZ Dinas Instansi Pengumpulan ZIS Terbaik (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Desa/Kelurahan dengan Pengumpulan Program infak Jumat Berkah terbaik (Kelurahan Situbatu), UPZ Sekolah Pengumpulan ZIS Terbaik (SMPN 1 Kota Banjar), UPZ Dinas Instansi Dengan Pelaporan Terbaik dan terapih (Dinas Kesehatan Kota Banjar), Muzakki perorangan teladan (Randi Randiansyah, Polres Banjar) Kepala Desa/Kelurahan Pendukung ZIS terbaik (Desa Cibeureum), UPZ DKM teladan pada Program Infak Jumat Barokah (DKM Al-Azis Banjarkolot), UPZ Desa Kelurahan dengan Pelaporan Infak Off Balance Sheet teraktif (Kelurahan Hegarsari), Program Pendayagunaan Santri entreupreuneur teraktif (Pondok Pesantren Bustanul Ulum) Langensari serta Pemerintah Desa Pelopor Program Desa Zakat di Kota Banjar (Desa Mekarharja).Terima kasih kepada seluruh Pihak yang telah mendukung Acara ini semoga ini menjadi Motivasi berlebih untuk UPZ Instansi, UPZ Desa/Kelurahan dan UPZ DKM, dan menjadi keberkahan kita semua dalam mengemban amanah ZAKAT. dan mudah mudahan kita semua diberikan kesehatan oleh Alloh SWT. Amieen.

29-02-2024 | humas dan SAU

Berita Pendistribusian

BAZNAS dan PMI Sigap Melayani Peserta Hari Santri Nasional
BAZNAS dan PMI Sigap Melayani Peserta Hari Santri Nasional
Banjar, 22 Oktober 2025 – Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, BAZNAS Kota Banjar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan aksi cepat tanggap dengan memberikan layanan ambulans gratis bagi peserta kegiatan yang membutuhkan pertolongan medis. Salah satu peserta HSN yang mengalami kelelahan saat mengikuti rangkaian kegiatan langsung mendapatkan penanganan cepat dari tim BAZNAS dan PMI. Dengan sigap, petugas membawa peserta tersebut menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Banjar Patroman menggunakan Ambulans BAZNAS Kota Banjar. Ketua BAZNAS Kota Banjar menyampaikan bahwa layanan ambulans gratis merupakan bagian dari program Layanan Kesehatan BAZNAS yang selalu siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat. “Kami selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui penyaluran zakat dan bantuan sosial, tetapi juga dalam pelayanan kemanusiaan seperti ini,” ujarnya. Kolaborasi antara BAZNAS dan PMI pada momentum Hari Santri Nasional menjadi bukti nyata sinergi lembaga sosial dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Aksi cepat tanggap ini juga mendapatkan apresiasi dari para peserta dan panitia HSN yang merasa terbantu dengan adanya kehadiran ambulans di lokasi kegiatan. Melalui program layanan sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Banjar terus berkomitmen untuk memberikan manfaat luas bagi umat, sejalan dengan semangat tema Hari Santri Nasional tahun ini yaitu “Santri Berdaya, Santri Bangun Indonesia.”
22/10/2025 | Humas - SDM
PENYALURAN BAZNAS DALAM RANGKA HUT KOTA BANJAR
PENYALURAN BAZNAS DALAM RANGKA HUT KOTA BANJAR
Pada Februari 2023 Kota Banjar memasuki usia genap ke 20 tahun. Sebagai ungkapan syukur dan menambah kebahagiaan masyarakat pada momen tersebut, BAZNAS Kota Banjar menyelenggarakan beberapa kegiatan bekerjasama dengan Panitia HUT Kota Banjar dan kegiatan mandiri oleh BAZNAS. Kegiatan BAZNAS Kota Banjar yang bekerjasama dengan Panitia HUT Kota Banjar diantaranya adalah Peringatan Isra Mi'raj Dan Khataman Al-Qur'an yang dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2023 di Area Terminal Type A Kota Banjar. Selain penyaluran pendanaan untuk bantuan pelaksanaan kegiatan, BAZNAS Kota Banjar juga menyalurkan secara simbolis 500 paket sembako untuk keluarga miskin yang diserahkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Banjar. Acara dihadiri oleh lebih dari 5200 jama'ah se-Kota Banjar. Adapun pendistribusian paket sembako ke setiap desa/kelurahan seluruhnya dilaksanakan pada tanggal 21-24 Februari 2023 oleh BAZNAS Kota Banjar dibantu UPZ Desa/Kelurahan se-Kota Banjar. Kegiatan BAZNAS Kota Banjar lainnya yang bekerjasama dengan Panitia HUT Kota Banjar adalah Khitanan Massal Pada 30 Anak Keluarga Miskin. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2023 bertempat di RSUD Asih Husada Kota Banjar. Pada pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kota Banjar Ke-20, BAZNAS Kota Banjar menyalurkan secara simbolis Bantuan Modal Usaha Untuk 300 Mustahik Pelaku Usaha yang penyerahan simbolisnya oleh Walikota dan Wakil Walikota Banjar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Tanggal 21 Februari 2023 bertempat di Taman Kota Lapang Bhakti. Adapun penyaluran modal usaha seluruhnya kepada Mustahik Calon Penerima akan dilaksanakan pada Tanggal 2-8 Maret 2023 oleh BAZNAS Kota Banjar secara mandiri. Kegiatan lain pada Bulan Februari yang dilaksanakan secara mandiri oleh BAZNAS Kota Banjar diantaranya adalah Pembinaan Rutin Muallaf yang dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2023 diikuti oleh 30 orang Muallaf. Besaran nilai penyaluran Zakat Maal untuk seluruh kegiatan tersebut adalah sebesar Rp.392.000.000, dengan jumlah penerima langsung sebanyak 830 orang Mustahik.
27/02/2023 | Yanto

Artikel Terbaru

Hari Perumahan Nasional 2025: Digitalisasi Perumahan dan Peran BAZNAS Kota Banjar dalam Program Rumah Layak Huni
Hari Perumahan Nasional 2025: Digitalisasi Perumahan dan Peran BAZNAS Kota Banjar dalam Program Rumah Layak Huni
Hari Perumahan Nasional 2025: Digitalisasi Perumahan dan Peran BAZNAS Kota Banjar dalam Program Rumah Layak Huni Pekanbaru – Setiap tanggal 25 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas). Peringatan ini merupakan momentum penting untuk mengingatkan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan fondasi peradaban dan jati diri bangsa. Sejarah Hari Perumahan Nasional Hari Perumahan Nasional bermula dari Kongres Perumahan Rakyat Sehat yang diselenggarakan pada 25–30 Agustus 1950. Kongres ini dibuka oleh Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, yang menegaskan bahwa penyediaan rumah layak bagi rakyat bukanlah hal mustahil, asalkan dilakukan dengan kerja keras dan penuh kesungguhan. Momentum bersejarah tersebut kemudian diteguhkan melalui Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 46/KPTS/2008, yang menetapkan 25 Agustus sebagai Hari Perumahan Nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran seluruh stakeholder bahwa rumah memiliki fungsi vital bagi kehidupan, mulai dari tempat tumbuhnya keluarga hingga sebagai cikal bakal lahirnya peradaban bangsa. Tema Hari Perumahan Nasional 2024: Digitalisasi Perumahan Memasuki tahun 2024, peringatan Hari Perumahan Nasional ke-16 mengusung tema “Digitalisasi Perumahan.” Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, tema ini dirancang untuk mendorong efisiensi penyelenggaraan perumahan dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Digitalisasi perumahan diharapkan mampu: Menyatukan berbagai proses bisnis penyediaan perumahan dalam satu platform digital. Mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perumahan. Mengakomodasi ide-ide inovatif untuk penyediaan hunian layak di masa depan. Selain itu, dalam dua tahun terakhir, peringatan Hapernas juga senantiasa menekankan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, swasta, lembaga sosial, hingga masyarakat luas menjadi kunci dalam menghadirkan solusi perumahan yang berkelanjutan. Digitalisasi untuk Pemetaan Perumahan yang Lebih Akurat Salah satu aspek penting dari digitalisasi perumahan adalah pemetaan data berbasis geospasial. Melalui data digital yang lebih akurat, pemerintah dapat mengetahui: Kondisi rumah tidak layak huni (RTLH). Sebaran backlog perumahan. Kebutuhan riil masyarakat terhadap hunian layak. Dengan data yang transparan dan akuntabel, kebijakan pembangunan perumahan dapat lebih tepat sasaran, sehingga mampu menjawab tantangan backlog perumahan yang masih menjadi persoalan nasional. Peran BAZNAS Kota Banjar dalam Mendukung Hunian Layak Selain pemerintah, lembaga sosial seperti BAZNAS Kota Banjar juga mengambil peran strategis dalam mendukung kebutuhan perumahan masyarakat. BAZNAS Kota Banjar secara rutin menyalurkan program Rumah Layak Huni BAZNAS bagi keluarga dhuafa yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Program Rumah Layak Huni BAZNAS bukan hanya memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan sehat, tetapi juga meningkatkan martabat serta kualitas hidup penerimanya. Rumah yang layak menjadi pondasi agar keluarga dapat tumbuh dengan lebih baik, anak-anak bisa belajar dengan tenang, dan masyarakat terbebas dari risiko kesehatan akibat hunian yang tidak memenuhi standar. Rumah Layak Huni BAZNAS: Sinergi untuk Kesejahteraan Program rumah layak huni ini juga menjadi bukti bahwa BAZNAS Kota Banjar turut berkontribusi dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan perumahan yang adil dan merata. Kolaborasi ini sejalan dengan semangat Hari Perumahan Nasional 2024, di mana digitalisasi, inovasi, dan gotong royong harus berjalan beriringan. Tidak hanya sebatas pembangunan fisik, program rumah layak huni juga memiliki nilai sosial dan spiritual. Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh BAZNAS dialokasikan untuk membantu mereka yang membutuhkan, termasuk dalam aspek penyediaan hunian. Hal ini menunjukkan bagaimana potensi zakat dapat menjadi solusi konkret dalam mendukung pembangunan perumahan rakyat. Digitalisasi Perumahan dan Kolaborasi Lintas Pihak Digitalisasi dalam bidang perumahan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan berbagai pihak. Pemerintah perlu bersinergi dengan: Lembaga sosial seperti BAZNAS Kota Banjar yang fokus membantu masyarakat dhuafa. Swasta dan pengembang perumahan yang menghadirkan hunian terjangkau. Akademisi dan komunitas yang menyediakan ide serta inovasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem perumahan yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga adil dan berpihak kepada masyarakat kurang mampu. Kesimpulan Hari Perumahan Nasional 2024 dengan tema Digitalisasi Perumahan menjadi pengingat bahwa penyediaan hunian layak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah menghadirkan regulasi dan sistem digital, sementara lembaga seperti BAZNAS Kota Banjar rutin menjalankan program Rumah Layak Huni BAZNAS untuk masyarakat dhuafa. Kolaborasi antara digitalisasi, kebijakan yang tepat, dan aksi nyata lembaga sosial akan mempercepat terwujudnya perumahan layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan begitu, cita-cita yang pernah disampaikan oleh Mohammad Hatta sejak tahun 1950, bahwa rumah rakyat adalah fondasi peradaban, dapat diwujudkan secara nyata. Mari bersama-sama wujudkan rumah layak bagi keluarga dhuafa melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Banjar. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Banjar agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat hunian yang aman, sehat, dan bermartabat. Tunaikan zakat sekarang, wujudkan hunian layak untuk masa depan yang lebih baik!
20/08/2025 | Humas - SDM
Amalan Bulan Rabiul Awal yang Membawa Berkah dan Kebaikan
Amalan Bulan Rabiul Awal yang Membawa Berkah dan Kebaikan
Amalan Bulan Rabiul Awal yang Membawa Berkah dan Kebaikan Bulan Rabiul Awal adalah salah satu bulan yang memiliki tempat istimewa di hati umat Islam. Bukan tanpa alasan, bulan ini menjadi saksi bisu kelahiran sosok agung penutup para nabi, Nabi Muhammad SAW. Kehadiran beliau adalah rahmat bagi semesta alam, membawa cahaya Islam yang menerangi kegelapan jahiliyah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita, sebagai umatnya, merayakan dan mengisi bulan Rabiul Awal ini dengan berbagai amalan bulan Rabiul Awal yang penuh keberkahan dan kebaikan. Sebagai seorang Muslim, momen ini bukan hanya sekadar perayaan tahunan, namun lebih dari itu, merupakan kesempatan emas untuk merefleksikan kembali ajaran-ajaran beliau, meneladani akhlak mulianya, serta memperbanyak ibadah sebagai wujud cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Di bulan Rabiul Awal ini, mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui amalan bulan Rabiul Awal yang dianjurkan. Mengingat dan Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Salah satu amalan bulan Rabiul Awal yang paling utama dan sangat dianjurkan adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah bentuk penghormatan, pujian, dan doa kepada Nabi. Allah SWT sendiri memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Ahzab ayat 56: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." Memperbanyak shalawat di bulan Rabiul Awal adalah cara terbaik untuk menunjukkan cinta dan kerinduan kita kepada beliau. Shalawat tidak hanya mendatangkan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga menjadi sebab terkabulnya doa-doa kita. Dengan bershalawat, kita berharap mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak. Mengisi bulan Rabiul Awal dengan shalawat yang tulus akan menghidupkan kembali sunah-sunah beliau dalam hati kita. Oleh karena itu, jadikanlah shalawat sebagai dzikir harian, terutama di bulan Rabiul Awal ini, agar hati senantiasa tenang dan damai. Setiap lafadz shalawat yang kita ucapkan adalah jembatan penghubung antara kita dengan Rasulullah SAW. Nabi bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim). Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala yang akan kita dapatkan dengan melazimkan amalan bulan Rabiul Awal ini. Tak heran jika para ulama menganjurkan untuk mengisi setiap waktu luang di bulan Rabiul Awal dengan shalawat. Shalawat juga berfungsi sebagai pengingat akan perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam. Setiap kali kita bershalawat, kita diingatkan akan risalah yang beliau bawa, yaitu tauhid dan akhlak mulia. Ini menjadi amalan bulan Rabiul Awal yang bukan hanya ritual, tetapi juga refleksi spiritual yang mendalam. Mari kita manfaatkan momentum bulan Rabiul Awal ini untuk semakin memperkuat hubungan spiritual kita dengan Rasulullah SAW melalui shalawat. Ada banyak bentuk shalawat yang bisa kita amalkan, mulai dari shalawat Ibrahimiyah, shalawat Nariyah, hingga shalawat Jibril. Yang terpenting adalah keikhlasan hati saat mengucapkannya. Memperbanyak shalawat di bulan Rabiul Awal adalah salah satu amalan bulan Rabiul Awal yang paling sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Jadikanlah shalawat sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah harian kita, khususnya di bulan Rabiul Awal yang mulia ini. Membaca dan Mengkaji Sirah Nabawiyah Amalan bulan Rabiul Awal selanjutnya adalah membaca dan mengkaji sirah Nabawiyah, yaitu perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Dengan mempelajari sirah, kita dapat mengenal lebih dekat sosok beliau, memahami perjuangan dakwahnya, dan meneladani akhlaknya yang agung. Sirah Nabawiyah adalah sumber inspirasi tiada henti bagi setiap Muslim yang ingin meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Membaca sirah di bulan Rabiul Awal akan semakin meningkatkan kecintaan kita kepada beliau. Mengkaji sirah Nabawiyah bukan hanya sekadar membaca sejarah, tetapi juga menggali hikmah dan pelajaran berharga dari setiap peristiwa yang dialami Nabi. Dari sana, kita bisa belajar tentang kesabaran, keteguhan hati, kebijaksanaan, dan kepemimpinan beliau. Ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang akan memperkaya wawasan keislaman kita dan memberikan bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Manfaatkanlah bulan Rabiul Awal ini untuk mendalami sirah beliau. Setiap detail kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari masa kecilnya, masa remajanya, hingga diangkat menjadi Rasul, adalah teladan yang sempurna. Bagaimana beliau menghadapi cemoohan, pengkhianatan, hingga peperangan, semuanya menunjukkan ketabahan dan keyakinan yang luar biasa. Mempelajari sirah adalah amalan bulan Rabiul Awal yang akan menguatkan iman kita dan memotivasi kita untuk mengikuti jejak langkah beliau. Luangkan waktu di bulan Rabiul Awal untuk membaca buku-buku sirah yang kredibel. Dengan memahami sirah Nabawiyah, kita akan semakin mengapresiasi betapa besar pengorbanan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama Islam. Beliau tidak pernah menyerah meskipun menghadapi berbagai rintangan yang berat. Ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang akan menumbuhkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas karunia Islam yang dibawa oleh beliau. Di bulan Rabiul Awal ini, mari kita jadikan sirah sebagai panduan hidup. Mengkaji sirah juga akan membantu kita memfilter informasi yang salah atau hoaks tentang Nabi Muhammad SAW. Dengan pengetahuan yang benar, kita dapat membela kehormatan beliau dan menjelaskan ajaran Islam dengan tepat. Oleh karena itu, amalan bulan Rabiul Awal ini sangat penting untuk dilakukan oleh setiap Muslim. Jangan lewatkan kesempatan di bulan Rabiul Awal ini untuk memperdalam pemahaman kita tentang sosok teladan sepanjang masa. Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan Amalan bulan Rabiul Awal selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memperbanyak sedekah dan berbuat kebaikan kepada sesama. Meskipun bukan merupakan ibadah khusus di bulan Rabiul Awal, namun semangat kebaikan dan berbagi di bulan ini sangatlah ditekankan. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat dermawan, beliau selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya sendiri. Meneladani sifat ini adalah wujud cinta kita kepada beliau. Sedekah memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah membersihkan harta, melipatgandakan pahala, dan mendatangkan keberkahan. Dengan bersedekah di bulan Rabiul Awal, kita tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi diri kita sendiri. Allah SWT berfirman, "Apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya untuk kamu sendiri." (QS. Al-Baqarah: 272). Mari tingkatkan amalan bulan Rabiul Awal ini. Berbuat kebaikan tidak hanya terbatas pada sedekah materi, tetapi juga bisa berupa senyuman, menolong orang yang kesulitan, menjenguk orang sakit, atau bahkan sekadar mendoakan sesama. Setiap perbuatan baik yang kita lakukan di bulan Rabiul Awal akan dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT. Ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang sangat universal dan bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja. Momen bulan Rabiul Awal ini bisa kita jadikan sebagai pendorong untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan lebih peduli kepada kaum duafa. Dengan memperbanyak sedekah dan kebaikan, kita turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Ini adalah bentuk nyata pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Mari jadikan bulan Rabiul Awal sebagai momentum untuk berbagi. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam hal kedermawanan. Beliau tidak pernah menolak permintaan orang yang membutuhkan. Mencontoh sifat ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang akan mendekatkan kita kepada beliau. Jangan ragu untuk mengeluarkan sebagian harta kita di bulan Rabiul Awal ini, karena setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dengan balasan yang berlipat ganda. Meningkatkan Ibadah Sunah dan Ketaatan Selain amalan-amalan di atas, amalan bulan Rabiul Awal juga mencakup peningkatan ibadah sunah dan ketaatan kepada Allah SWT secara keseluruhan. Bulan Rabiul Awal bisa menjadi titik awal bagi kita untuk lebih disiplin dalam menjalankan shalat tahajud, shalat dhuha, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan puasa sunah. Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam ibadah, beliau senantiasa memperbanyak ibadah meskipun telah dijamin surga. Meningkatkan ketaatan di bulan Rabiul Awal berarti berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ini termasuk menjaga lisan dari ghibah dan fitnah, menjaga pandangan, dan selalu berkata jujur. Setiap upaya peningkatan diri ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang akan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Membaca Al-Qur'an secara rutin di bulan Rabiul Awal adalah amalan bulan Rabiul Awal yang sangat dianjurkan. Al-Qur'an adalah pedoman hidup bagi umat Islam, dan membacanya akan menenangkan hati serta memberikan petunjuk dalam setiap langkah. Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Al-Qur'an dan selalu meluangkan waktu untuk membacanya. Ikutilah jejak beliau di bulan Rabiul Awal ini. Puasa sunah, seperti puasa Senin Kamis atau puasa Daud, juga bisa menjadi bagian dari amalan bulan Rabiul Awal yang kita tingkatkan. Puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan spiritual. Selain itu, dengan berpuasa, kita bisa merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang kekurangan, sehingga menumbuhkan rasa empati dan keinginan untuk berbagi. Jadikanlah bulan Rabiul Awal ini sebagai bulan peningkatan ibadah. Secara keseluruhan, bulan Rabiul Awal adalah kesempatan untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki segala kekurangan. Dengan meningkatkan ibadah sunah dan ketaatan, kita berharap mendapatkan ridha Allah SWT dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang paling fundamental, yaitu menghidupkan kembali semangat ibadah dan ketaatan dalam diri setiap Muslim. Menjaga Persatuan dan Ukhuwah Islamiyah Terakhir, namun tidak kalah penting, amalan bulan Rabiul Awal juga mencakup menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan pentingnya persaudaraan antar sesama Muslim. Beliau bersabda, "Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah laksana bangunan, yang satu menguatkan yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim). Di bulan Rabiul Awal ini, mari kita perkuat tali persaudaraan sesama Muslim. Perpecahan dan perselisihan adalah hal yang sangat dibenci oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, sebagai umatnya, kita harus selalu berusaha untuk menghindari konflik dan mempererat silaturahmi. Ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang sangat relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini. Jadikanlah bulan Rabiul Awal ini sebagai momentum untuk berdamai dan bersatu. Dengan menjaga persatuan, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat dan kokoh. Ukhuwah Islamiyah adalah benteng pertahanan umat dari segala bentuk perpecahan dan fitnah. Amalan bulan Rabiul Awal ini akan menciptakan suasana yang harmonis dan damai di antara sesama Muslim. Manfaatkanlah bulan Rabiul Awal ini untuk berkumpul dan menjalin silaturahmi. Saling membantu, saling menasihati dalam kebaikan, dan saling mendoakan adalah bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah. Ketika ada saudara kita yang kesulitan, kita harus segera membantunya. Ini adalah amalan bulan Rabiul Awal yang akan menguatkan ikatan persaudaraan kita. Mari bersama-sama membangun masyarakat Muslim yang kuat dan bersatu di bulan Rabiul Awal ini. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat penyayang dan selalu ingin melihat umatnya bersatu. Dengan menjaga persatuan, kita telah meneladani akhlak mulia beliau. Oleh karena itu, jadikanlah amalan bulan Rabiul Awal ini sebagai prioritas, agar kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan mendapatkan keberkahan dari persatuan yang kita jalin. Bulan Rabiul Awal adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Melalui berbagai amalan bulan Rabiul Awal seperti memperbanyak shalawat, mengkaji sirah Nabawiyah, memperbanyak sedekah, meningkatkan ibadah sunah, dan menjaga ukhuwah Islamiyah, kita berharap dapat meraih keberkahan dan kebaikan di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan dan petunjuk untuk mengamalkan setiap kebaikan di bulan Rabiul Awal ini dan di bulan-bulan lainnya. Mari kita jadikan setiap detik di bulan ini sebagai ladang amal yang akan menuai pahala berlipat ganda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai sirah Nabawiyah dan berbagai amalan kebaikan, Anda dapat mengunjungi website https://www.nu.or.id/. Mari bersama-sama menunaikan kebaikan dengan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui website resmi BAZNAS Kota Banjar di kotabanjar.baznas.go.id/sedekah. Setiap rezeki yang kita sisihkan akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang berlimpah.
01/08/2025 | Humas - SDM
Mengenal Lebih Dekat Kota Banjar: Gerbang Priangan Timur yang Religius dan Penuh Berkah
Mengenal Lebih Dekat Kota Banjar: Gerbang Priangan Timur yang Religius dan Penuh Berkah
Mengenal Lebih Dekat Kota Banjar: Gerbang Priangan Timur yang Religius dan Penuh Berkah Bismillahirrohmanirrohim. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk berjalan di muka bumi Allah SWT, tidak hanya untuk mencari rezeki, tetapi juga untuk mengambil pelajaran (ibrah) dari setiap jengkal tanah yang kita pijak. Setiap daerah memiliki keunikan, sejarah, dan nilai-nilai yang dapat memperkaya wawasan serta keimanan kita. Salah satu kota yang sarat dengan pesona dan nilai-nilai keislaman di tatar Pasundan adalah Kota Banjar. Terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, kota ini bukan sekadar gerbang geografis, melainkan juga sebuah jendela untuk melihat perpaduan budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang agamis. Mari kita selami lebih dalam pesona dan keistimewaan yang dimiliki oleh Kota Banjar, sebuah anugerah dari Allah SWT yang patut kita kenali dan syukuri. Sejarah dan Julukan "Gerbang Priangan Timur" bagi Kota Banjar Setiap nama dan julukan yang melekat pada suatu daerah seringkali menyimpan kisah dan makna yang mendalam. Begitu pula dengan Kota Banjar yang dikenal luas dengan sebutan "Gerbang Priangan Timur". Julukan ini bukan sekadar label, melainkan cerminan dari posisi strategis dan perjalanan sejarah panjang yang telah membentuk identitas kota ini. Memahami sejarahnya adalah salah satu cara kita mensyukuri karunia Allah SWT atas perkembangan peradaban Islam di berbagai wilayah, termasuk di wilayah ini. Perjalanan untuk menjadi sebuah daerah otonom menunjukkan semangat dan cita-cita luhur masyarakatnya. Secara historis, Kota Banjar resmi menjadi kota otonom pada tanggal 21 Februari 2003, setelah memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis. Namun, jejak peradabannya sudah ada jauh sebelum itu. Letaknya yang sangat strategis, berada di jalur utama selatan Pulau Jawa, menjadikannya titik pertemuan penting bagi para musafir, pedagang, dan juga para penyebar dakwah Islam sejak zaman dahulu. Posisi inilah yang secara alami menjadikan Kota Banjar sebagai pintu gerbang bagi siapa saja yang hendak memasuki wilayah Priangan Timur dari arah Jawa Tengah, atau sebaliknya. Peran vital ini telah membentuk karakter masyarakatnya yang terbuka dan mudah menerima pendatang. Peran sebagai gerbang perlintasan ini juga membawa pengaruh signifikan terhadap dinamika sosial dan budaya masyarakat. Terjadinya akulturasi budaya antara budaya Sunda Priangan dengan budaya Jawa menjadi salah satu keunikan yang bisa kita saksikan di Kota Banjar. Interaksi ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya lokal, tetapi juga menunjukkan bagaimana Islam mampu menjadi perekat di tengah perbedaan, mengajarkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan (ukhuwah Islamiyah). Dinamika inilah yang membuat kehidupan di Kota Banjar terasa begitu harmonis dan damai di bawah naungan nilai-nilai Ilahi. Dari sudut pandang seorang muslim, posisi strategis Kota Banjar dapat dimaknai sebagai sebuah takdir Allah yang penuh hikmah. Sebagai gerbang, kota ini menjadi saksi bisu lalu lalangnya para ulama, santri, dan pejuang Islam yang menyebarkan ajaran tauhid di tanah Pasundan. Jalur ini menjadi urat nadi pergerakan dakwah yang menghubungkan pusat-pusat keilmuan Islam di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Oleh karena itu, julukan "Gerbang Priangan Timur" bukan hanya soal geografi, tetapi juga tentang perannya sebagai gerbang peradaban dan syiar Islam di masa lampau yang warisannya masih terasa hingga kini. Kini, warisan sejarah tersebut terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Semangat juang dan keterbukaan yang diwariskan oleh para pendahulu menjadi fondasi kuat dalam membangun Kota Banjar menjadi lebih maju dan sejahtera. Bagi kita, umat Islam, mempelajari sejarah ini mengingatkan betapa pentingnya menjaga persatuan, menghargai proses, dan terus berjuang untuk kemaslahatan umat, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pendahulu di Kota Banjar. Kehidupan Religius dan Syiar Islam di Kota Banjar Suasana religius adalah ruh dari sebuah kota yang diberkahi. Alhamdulillah, ruh keislaman ini sangat kental terasa saat kita berada di Kota Banjar. Kehidupan masyarakatnya yang tidak bisa dilepaskan dari ajaran dan nilai-nilai Islam tercermin dalam aktivitas sehari-hari, arsitektur masjid yang megah, hingga semaraknya kegiatan syiar Islam. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Kota Banjar senantiasa berusaha menjadikan kotanya sebagai tempat yang diridhai oleh Allah SWT, sebuah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Pusat kegiatan keagamaan dan simbol kebanggaan umat Islam di kota ini adalah Masjid Agung Kota Banjar. Berdiri megah di jantung kota, masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah lima waktu. Lebih dari itu, ia adalah pusat peradaban Islam di mana berbagai kegiatan syiar, seperti pengajian rutin, tabligh akbar, peringatan hari besar Islam (PHBI), serta kegiatan sosial keumatan lainnya diselenggarakan. Keberadaan masjid agung ini menjadi pengingat bagi setiap warga Kota Banjar tentang pentingnya memakmurkan rumah Allah sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beriman dan bertakwa. Syiar Islam juga tumbuh subur melalui lembaga-lembaga pendidikan Islam yang tersebar di berbagai penjuru kota. Pondok pesantren, madrasah, dan taman pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ) menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Kota Banjar untuk mendalami ilmu agama. Lembaga-lembaga ini memainkan peran krusial dalam mencetak generasi Qur'ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. Inilah investasi jangka panjang yang paling berharga bagi masa depan Kota Banjar, memastikan bahwa nilai-nilai Islam akan terus terjaga dari generasi ke generasi. Tradisi keislaman yang mengakar kuat juga terlihat dari semaraknya perayaan hari-hari besar Islam. Ketika tiba bulan suci Ramadhan, bulan Maulid, atau saat peringatan Isra' Mi'raj, suasana di Kota Banjar menjadi lebih hidup dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an, shalawat, dan ceramah-ceramah agama. Tradisi seperti munggahan menjelang Ramadhan atau pawai obor menyambut tahun baru Hijriah menjadi momen yang mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Ini adalah wujud kecintaan masyarakat Kota Banjar kepada agamanya dan para Nabinya. Peran para alim ulama, kyai, dan tokoh masyarakat sangat sentral dalam menjaga dan mengarahkan kehidupan religius di kota ini. Nasihat dan bimbingan mereka menjadi pelita yang menerangi jalan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman. Keharmonisan antara ulama dan umara (pemerintah) juga menjadi kunci keberhasilan dalam setiap program pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Inilah cerminan dari sebuah tatanan masyarakat Islami yang ideal, di mana pembangunan fisik dan mental-spiritual berjalan seimbang di Kota Banjar. Potensi Wisata dan Kekayaan Budaya Halal di Kota Banjar Islam mengajarkan kita untuk melakukan tadabbur alam, yaitu merenungi kebesaran ciptaan Allah SWT yang terhampar di alam semesta. Berwisata dengan niat untuk bersyukur dan mengambil pelajaran adalah sebuah ibadah. Alhamdulillah, Allah SWT telah menganugerahkan Kota Banjar dengan berbagai potensi wisata alam, buatan, dan kuliner yang dapat dinikmati oleh keluarga muslim. Menjelajahi berbagai sudut kota ini bukan hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga dapat meningkatkan keimanan kita kepada Sang Pencipta. Salah satu destinasi wisata alam andalan yang wajib dikunjungi adalah Situ Mustika. Danau yang dikelilingi oleh hutan hijau ini menawarkan pemandangan yang menenangkan jiwa. Di tempat ini, kita bisa merenungi keindahan ciptaan Allah, menghirup udara segar, dan sejenak melepaskan diri dari hiruk pikuk kehidupan duniawi. Bagi keluarga muslim, tempat seperti ini sangat cocok untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai wujud rasa syukur, sebuah pelajaran berharga yang bisa didapat di Kota Banjar. Selain wisata alam, terdapat pula destinasi rekreasi keluarga yang tetap mengedepankan nilai-nilai kesopanan. Salah satunya adalah Banjar Water Park, yang menjadi favorit anak-anak dan keluarga. Tempat rekreasi seperti ini memberikan alternatif liburan yang menyenangkan tanpa harus meninggalkan norma-norma syar'i. Kehadiran tempat-tempat wisata yang ramah keluarga ini menunjukkan bahwa Kota Banjar peduli terhadap kebutuhan rekreasi yang sehat dan edukatif bagi warganya, sejalan dengan prinsip Islam yang menjaga keharmonisan keluarga. Perjalanan tak akan lengkap tanpa mencicipi kekayaan kulinernya. Sebagai seorang muslim, mencari makanan halal adalah sebuah kewajiban. Alhamdulillah, di Kota Banjar sangat mudah menemukan aneka kuliner lezat yang dijamin kehalalannya. Mulai dari makanan khas Sunda seperti nasi liwet, aneka pepes, hingga jajanan pasar yang menggugah selera, semua tersedia dan diolah oleh masyarakat yang mayoritas muslim. Menikmati kuliner lokal di Kota Banjar bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga bentuk dukungan kita terhadap perekonomian umat Islam setempat. Kekayaan budaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Seni dan budaya Sunda yang bernapaskan Islam masih lestari di tengah-tengah masyarakat. Kesenian seperti marawis, hadrah, dan seni calung seringkali ditampilkan dalam berbagai acara keagamaan maupun hajatan warga. Ini menunjukkan bagaimana Islam dan budaya lokal dapat berakulturasi secara indah dan harmonis. Dengan mengapresiasi budaya lokal, kita turut serta menjaga warisan luhur para pendahulu yang telah berjuang menyebarkan Islam melalui media budaya di Kota Banjar. Peran Penting Zakat, Infak, dan Sedekah dalam Pembangunan Umat di Kota Banjar Pilar penting dalam ajaran Islam yang menjadi fondasi kekuatan ekonomi dan sosial umat adalah Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT seringkali menyandingkan perintah shalat dengan perintah menunaikan zakat. Ini menandakan betapa krusialnya peran ZIS dalam menyempurnakan keimanan seorang hamba. Di Kota Banjar, semangat untuk berbagi dan peduli terhadap sesama melalui ZIS menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen pemerataan ekonomi yang luar biasa. Dana zakat yang terkumpul memiliki potensi besar untuk mengentaskan kemiskinan, memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak dhuafa, membantu biaya pengobatan bagi yang sakit, serta memberikan modal usaha bagi para pelaku usaha mikro. Melalui pengelolaan yang amanah, dana zakat dapat mengubah seorang mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan. Inilah visi besar pemberdayaan umat yang terus diupayakan di Kota Banjar. Untuk memastikan dana ZIS dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran, hadirlah lembaga amil zakat yang resmi dan terpercaya. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjar hadir untuk menjembatani niat baik para muzakki dengan kebutuhan para mustahik. Kehadiran lembaga ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan mengoptimalkan pengumpulan serta pendistribusian dana umat. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS, kita turut mendukung gerakan kebaikan yang terorganisir dan berdampak luas bagi kemajuan Kota Banjar. Infak dan sedekah, yang bersifat sukarela, melengkapi peran zakat dalam membangun kepedulian sosial. Setiap rupiah yang kita infakkan dengan ikhlas di jalan Allah akan menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat kelak. Dana infak dan sedekah ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai program kebaikan, seperti pembangunan masjid, santunan anak yatim, bantuan bencana alam, dan program-program dakwah lainnya. Semangat bersedekah inilah yang membuat ikatan persaudaraan di antara warga Kota Banjar semakin erat dan kokoh. Pada akhirnya, menunaikan ZIS adalah wujud nyata dari rasa syukur kita atas segala nikmat rezeki yang telah Allah berikan. Dengan berbagi, harta kita tidak akan berkurang, justru Allah akan memberkahinya dan melipatgandakan pahalanya. Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari solusi untuk berbagai permasalahan sosial di sekitar kita. Dengan memperkuat gerakan ZIS, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga turut andil dalam membangun peradaban Islam yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera di Kota Banjar. Kesimpulan dan Panggilan Kebaikan Dari pemaparan di atas, jelaslah bahwa Kota Banjar lebih dari sekadar sebuah kota perlintasan. Ia adalah sebuah entitas yang kaya akan sejarah, kental dengan nuansa religius, diberkahi dengan potensi alam dan budaya, serta digerakkan oleh semangat kepedulian sosial yang tinggi. Mengenal Kota Banjar adalah mengenal salah satu potret keindahan Islam yang menyatu dengan budaya lokal di tatar Pasundan. Semoga kota ini senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT, serta terus melahirkan generasi-generasi terbaik yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Sebagai penutup, mari kita wujudkan rasa syukur dan kepedulian kita dalam aksi nyata. Mari bersama-sama kita perkuat fondasi kebaikan di Kota Banjar dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah kita. Mari Salurkan Kebaikan Anda untuk Membantu Sesama dan Membangun Umat. Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda dengan mudah, aman, dan amanah melalui BAZNAS Kota Banjar. Kunjungi sekarang: https://kotabanjar.baznas.go.id/sedekah Setiap kebaikan yang Anda salurkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir dan memberikan dampak positif yang nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sumber Referensi: Website Resmi Pemerintah Kota Banjar: https://www.banjarkota.go.id/
01/08/2025 | Humas - SDM

BAZNAS TV

SANTUNAN ABANG BECAK

Penulis: HUMAS-SDM

MODAL USAHA MIKRO

Penulis: HUMAS-SDM